KORANBOGOR.com,SEMARANG-Sejumlah jurnalis di Semarang, Jawa Tengah, menjadi korban pemukulan dan intimidasi yang diduga dilakukan ajudan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Insiden ini terjadi saat Kapolri meninjau arus balik Lebaran 2025 di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Sabtu (5/4/2025).
Kejadian bermula saat sejumlah jurnalis dari berbagai media, termasuk pewarta foto dan tim humas dari berbagai lembaga, tengah meliput dan mengambil gambar dari jarak yang wajar.
Namun, situasi berubah tegang ketika salah satu ajudan Kapolri meminta jurnalis untuk mundur dengan cara mendorong secara kasar.
Pewarta foto dari Kantor Berita Antara Foto, Makna Zaezar bahkan menerima pukulan di kepala. Selain itu, wartawan yang meliput juga menjadi korban kekerasan verbal berupa ancaman.
Ajudan tersebut mengancam jurnalis dengan nada tinggi dan sikap agresif, mengatakan, “Kalian pers, saya tempeleng satu-satu.”
Menanggapi hal tersebut, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ajudan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo terhadap jurnalis.
“Kejadian bermula saat Kapolri menyapa seorang penumpang yang duduk di kursi roda. Sesampainya di sana, ajudan tersebut menghampiri Makna Zaezar dan melakukan kekerasan dengan cara memukul kepalanya,” kata Ketua Divisi Advokasi AJI Semarang, M. Dafi Yusuf kepada wartawan, Minggu (6/4/2025).
Selain Makna Zaezar, sejumlah jurnalis lain juga melaporkan mengalami dorongan dan intimidasi fisik, bahkan ada yang sempat dicekik.
“Tindakan tersebut menimbulkan trauma, rasa sakit hati, dan perasaan direndahkan bagi korban, serta keresahan di kalangan jurnalis lainnya yang merasa ruang kerja mereka tidak aman,” ujarnya.
Dafi menambahkan, peristiwa kekerasan ini merupakan pelanggaran Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
PFI Semarang dan AJI Semarang telah menyatakan sikap tegas terkait peristiwa ini:
1. Mengecam keras tindakan kekerasan oleh ajudan Kapolri terhadap jurnalis dan segala bentuk penghalangan terhadap kerja jurnalistik.
2. Menuntut permintaan maaf terbuka dari pelaku kekerasan terhadap jurnalis.
3. Polri harus memberikan sanksi tegas kepada anggota yang terlibat dalam kekerasan tersebut.
4. Polri harus belajar untuk tidak mengulangi kesalahan serupa di masa depan.
5. Menyerukan kepada seluruh media, organisasi jurnalis, dan masyarakat sipil untuk turut mengawal kasus ini agar tidak terulang kembali.
KORANBOGOR.com,JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto mengundang para pemimpin redaksi (Pemred) media nasional dalam sebuah pertemuan informal yang berlangsung di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Minggu (6/4/2025).
Dikutip melalui akun X pribadi @prabowo, orang nomor satu di Indonesia itu menunjukkan suasana hangat dan akrab menyelimuti pertemuan yang digelar secara tertutup di ruang pertemuan dengan meja berbentuk bundar itu.
Para pemred dari media cetak, daring, dan televisi nasional tampak antusias mengikuti perbincangan tersebut mulai dari Najwa Shihab menjadi salah satu jurnalis yang ikut dalam pertemuan tersebut.
Selain Founder Narasi, enam jurnalis lain yang hadir dalam pertemuan ialah Pemred Harian Kompas Sutta Dharmasaputra, Pemred tvOne Lalu Mara Satriawangsa, Pemred SCTV-Indosiar Retno Pinasti, Pemred detikcom Alfito Deannova, Pemred IDN Times Uni Lubis, dan Valerina Daniel yang merupakan News Anchor TVRI.
Kepala Negara pun menekankan bahwa pertemuan ini disebut sebagai bagian dari agenda silaturahmi dengan mengajak pemimpin media untuk berdiskusi langsung.
“Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan wawancara bersama 7 Jurnalis dari 7 grup media yang ada di tanah air.
Terima kasih atas kesempatan yang diberikan dalam wawancara hari ini, semoga jawaban dan penjelasan yang saya berikan dapat diterima dan menjadi informasi yang utuh dan jelas bagi masyarakat semua,” pungkas Prabowo.
KORANBOGOR.com,JAKARTA-Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menanggapi serius dugaan aksi kekerasan yang dilakukan ajudan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terhadap pewarta foto ANTARA saat peliputan arus balik Lebaran di Stasiun Tawang, Semarang, Sabtu (5/4).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko memastikan insiden itu tidak akan dibiarkan begitu saja.
“Polri akan menyelidiki insiden tersebut. Jika terbukti ada pelanggaran, tentu kami tidak segan menjatuhkan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegas Trunoyudo dilansir dari ANTARA, Minggu (6/4).
Menurut dia, saat ini tim Polri tengah melakukan klarifikasi internal terhadap seluruh personel yang berada di lokasi kejadian. Trunoyudo juga menyampaikan penyesalan mendalam jika dugaan kekerasan itu benar-benar terjadi.
Dia menekankan pentingnya menjaga emosi dan profesionalisme saat bertugas. “Situasi memang ramai, tetapi seharusnya SOP dijalankan. Tindakan fisik atau verbal seharusnya tidak terjadi, apalagi terhadap insan pers,” ujar jenderal bintang satu itu.
Polri pun menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung kerja-kerja jurnalistik yang bebas dan profesional. “Pers adalah mitra strategis Polri. Kami berharap insiden seperti ini tidak terulang dan akan terus memperkuat sinergi dengan insan pers,” pungkas Trunoyudo.
MZ mengaku mengalami kekerasan fisik oleh seorang ajudan Kapolri seusai sempat berpindah posisi liputan demi menghindari cekcok antara sang ajudan dan anggota Humas Polri.
“Dia bilang, ‘Kalau kalian dari pers, tak tempeleng satu-satu’,” ujar MZ menirukan ucapan ajudan itu. Tak lama kemudian, lanjut MZ, ia dipukul bagian belakang kepalanya.
“Pas saya balik ke posisi awal, tiba-tiba kepala saya dipelak dari belakang. Saya kaget dan langsung tanya, ‘Kenapa, Mas?’ Namun, dia hanya diam dan lanjut kerja sambil marah-marah,” kisah MZ.
KORANBOGOR.com,LW LIANG-Tedy Wijaya Perwakilan dari para tergugat sedang mendiskusikan dengan kuasa hukumnya Agus Wijaksono SH untuk mempersiapakan terkait Gugatan Mimin Mintarsih dalam Gugatan di Pengadilan Agama Cibinong,dalam perkara Waris no 1574 / Pdt/G/2025/Cbi Pengadian Agama Cibinong para 24 orang tergugat siap hadiri mediasi ke dua yang dijadwalkan ditanggal 15 Maret 2025 di Pengadilan Agama di Cibinong.
Tedy Wijaya perwakilan dari para tergugat terkait mediasi kedua kita siap akan hadir 24 orang yang digugat oleh Mimin Mintarsih di Perkara no 1574/Pdt/G/2025/Cbi Pengadian Agama Cibinong.
Meskipun Gugatan Mimin Mintarsih Serem dan Omon-Omon kita tidak akan terpancing, orang lahan SHM 97 dan SHM 98 Desa Cemplang “Dia yang kuasai Dia yang menjual kepada pihak pihak lain justru kita yang dirugikan kenapa kita yang di Gugatan” ucapnya
Sekarang kita Fokus di Perkara 1574 /Pdt /G /2025/Cbi PA Cibinong kita dan kuasa hukum kita pak Agus Wijaksono SH untuk mengusulkan kepada Hakim yang Mulia bahwa lahan SHM 97 dan SHM 98 Desa Cemplang lahan tersebut adalah lahan Warisan yang belum di bagikan.
Terkait untuk perkara yang lain kita akan bahas lagi bagaimana kedepannya seperti lahan di SHM 97 Desa Cemplang yang sudah ada kegiatan dari PDAM Tirta Kahuripan Kab Bogor akan bahas langkah selanjutnya.
Sekarang “PDAM Tirta Kahuripan Kab Bogor secara hukum saya anggap dilahan tersebut tidak ada makanya kita tidak mengakui PDAM Tirta Kahuripan sebab kita tidak terlibat atas jual belinya dengan PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor “terangnya .
( sep hurung).
KORANBOGOR.com-Toyota Corolla Cross 2027 tengah dipersiapkan sebagai penerus dari SUV kompak andalan Toyota yang pertama kali hadir pada 2020. Meski belum diluncurkan secara resmi, berbagai bocoran dan render digital mulai memberi gambaran seperti apa tampilan dan teknologi yang akan diusung oleh model generasi terbaru ini.
Corolla Cross selama ini dikenal sebagai SUV yang mengisi celah antara C-HR dan RAV4, dengan harga lebih terjangkau namun tetap praktis untuk penggunaan harian. Versi 2027 disebut-sebut akan hadir dengan desain yang jauh lebih modern, fitur lebih canggih, dan mesin yang lebih efisien.
“Meski belum ada prototipe resmi yang terlihat di jalan, seniman digital Theophilus Chin alias Theottle sudah memvisualisasikan seperti apa kemungkinan wajah baru Corolla Cross. Dalam rendernya, Toyota Corolla Cross 2027 mengadopsi gaya desain “hammerhead” yang menjadi ciri khas terbaru Toyota, dengan lampu depan LED ramping dan tampilan fascia depan tanpa gril yang lebih bersih,” sebut Carscoops, Minggu (6/4/2025).
Desain ini disebut terinspirasi dari Urban Cruiser EV, SUV listrik kecil Toyota, namun dengan bodi yang lebih berotot dan bagian belakang tetap boxy untuk menjaga kapasitas bagasi. Ada kemungkinan Toyota akan menyuntikkan lebih banyak identitas khas seperti pada C-HR+, menjadikannya lebih stylish tapi tetap fungsional.
Masuk ke dalam kabin, Toyota Corolla Cross 2027 diperkirakan akan mengusung layout interior yang lebih digital dan terkoneksi. Layar sentuh berukuran besar, sistem infotainment terbaru, dan fitur keselamatan canggih seperti radar dan kamera 360 derajat kemungkinan besar akan menjadi standar.
Meskipun tampilan kabin makin modern, karakter Corolla Cross sebagai mobil keluarga yang nyaman tetap dipertahankan. Kabin luas, posisi duduk ergonomis, dan ruang penyimpanan yang fleksibel akan tetap menjadi nilai jual utama.
Toyota disebut masih akan menggunakan platform TNGA-C yang sudah terbukti tangguh dan nyaman, namun dengan peningkatan pada sisi performa dan efisiensi. Di balik kap mesin, pilihan baru seperti mesin 1.5L empat silinder turbo, hybrid, dan bahkan plug-in hybrid disiapkan untuk menjawab kebutuhan pasar global yang makin peduli lingkungan.
Pendekatan ini memperkuat posisi Corolla Cross sebagai SUV kompak yang tidak hanya andal, tapi juga siap menyambut masa depan mobilitas yang lebih hijau.
Sejak dirilis pertama kali, Corolla Cross sudah mendapat facelift di sejumlah negara mulai 2024 hingga 2025. Namun versi generasi baru diperkirakan baru akan muncul pada 2027, sejalan dengan pola peluncuran Toyota yang biasanya memperbarui model setiap tujuh tahun.
Dengan hadirnya Toyota Corolla Cross 2027, Toyota seolah ingin menunjukkan bahwa mereka tak hanya bermain aman, tapi juga siap membawa SUV kompak ini ke level yang lebih tinggi—baik dari sisi desain, teknologi, maupun performa.
KORANBOGOR.com,JAKARTA-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku mengetahui kabar adanya dugaan kekerasan terhadap wartawan saat kunjungannya ke Stasiun Semarang Tawang pada Sabtu (5/4), dari pemberitaan.
“Saya cek dahulu, karena baru mendengar dari link berita. Namun, kalau benar itu terjadi, saya sangat menyesalkan kejadian tersebut,” kata Sigit di Jakarta, Minggu (6/4).
Jenderal Sigit pun mengatakan bahwa oknum terduga pelaku tersebut bukan ajudannya, tetapi perangkat pengamanan di lokasi.
Namun, Sigit menegaskan bahwa dirinya berkomitmen untuk segera menelusuri dan menindaklanjuti insiden tersebut sesuai aturan yang berlaku.
“Selama ini hubungan kami dengan teman-teman pers sangat dekat. Saya pribadi minta maaf atas insiden yang terjadi dan membuat tidak nyaman teman-teman media,” ujarnya.
Semetara itu, Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara meminta Polri bertanggung jawab atas insiden dugaan kekerasan yang dilakukan oknum kepolisian terhadap pewarta foto mereka berinisial MZ.
“Insiden seperti ini kenapa harus terulang, sangat disesalkan. Teman-teman pers sedang menjalankan tugas untuk membantu memberitakan kegiatan Kapolri,” kata Direktur Pemberitaan Antara Irfan Junaidi.
“Saya sangat yakin tidak ada itikad lain, selain menunaikan tugas, dan semestinya itikad ini bisa dipahami dan dihormati, sehingga tidak perlu ada tindakan kekerasan, atau ancaman verbal,” imbuhnya.
KORANBOGOR.com,JAKARTA-Aparat kepolisian menemukan sejumlah obat di tempat kejadian perkara (TKP) di kamar hotel tempat SW (33), seorang wartawan media online yang ditemukan tewas di Hotel D’Paragon Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (4/4) malam.
“Beberapa obat ditemukan di kamar korban,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Obat yang ditemukan, yaitu Promag (obat maag), Mycoral Ketoconazole (obat jamur), Rifampicin (antibiotik untuk mencegah dan mengobati penyakit akibat infeksi bakteri seperti Tuberkulosis), Viva White Clean dan Mask (pembersih muka).
Ade Ary juga menjelaskan berdasarkan keterangan dari dokter yang melakukan autopsi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, baik luka jeratan maupun luka sayatan.
“Adanya memar pada bagian tubuh akibat lebam mayat,” katanya. Namun, Ade Ary menambahkan penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi (mendeteksi dan mengukur zat berbahaya atau racun dalam tubuh).
Selain itu pemeriksaan histopatologi (pemeriksaan jaringan atau organ di bawah mikroskop untuk mendiagnosis penyakit).
Seorang pria berinisial SW (33) yang berprofesi sebagai wartawan media online ditemukan tewas di Hotel D’Paragon Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat (4/4) malam.
Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung mengungkapkan bahwa pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian pada Jumat (4/4) pukul 21.00 WIB setelah mendapatkan laporan.
“Kemarin kita ke TKP jam 21.00 WIB, setelah dapat laporan. Jenazah ditemukan di kamarnya sendiri (di Hotel D’Paragaon Kebon Jeruk). Ini jenazah orang (asal) Palu,” kata Arfan saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (5/4).
Menurut Arfan, jenazah sedang dalam proses autopsi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. “Jenazah sudah di Rumah Sakit Kramat Jati. Keluarga juga sudah mempersilakan untuk dilakukan autopsi,” kata Arfan.
KORANBOGOR.com,JOGJAKARTA-Universitas Gadjah Mada (UGM) bakal segera pecat guru besar Fakultas Farmasi berinisial EM yang telah terbukti melakukan kekerasan seksual. Sebelumnya, menurut Sekretaris Universitas UGM, Andi Sandi Antonius, UGM juga telah mencopot EM dari jabatannya sebagai Kepala Laboratorium Biokimia Pascasarjana Bioteknologi Sekolah Pascasarjana UGM dan Ketua Cancer Chemoprevention Research Center Fakultas Farmasi. Langkah selanjutnya, UGM memutuskan agan segera memecat EM dari institusi kampus setelah yang bersangkutan terbukti sebagai Pelaku Kekerasan Seksual.
Andi menjelaskan bahwa kasus ini berawal dari adanya laporan pimpinan Fakultas Farmasi kepada rektorat mengenai dugaan tindak kekerasan seksual yang dilakukan EM di awal 2024.
Berdasarkan laporan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UGM, total terdapat 13 orang yang dimintai keterangan terkait kasus tersebut, terdiri dari saksi dan korban. Menyoal korban EM, Andi tidak merinci seluruhnya apakah mahasiswa atau tenaga didik.
“Apakah ini seluruhnya mahasiswa atau pun ada juga tenaga pendidik (tendik) dosen, kami tidak melihat detail itu,” kata Andi Sandi, Jumat (4/4). Andi Sandi hanya menjelaskan bahwa EM tak mengindahkan instruksi mengenai aturan kegiatan perkuliahan yang seharusnya seluruhnya dilakukan di lingkungan kampus.
Hasil pemeriksaan internal mengungkap tindak kekerasan seksual oleh EM terjadi di luar area UGM selama 2023-2024.
“Kalau dilihat dari modus, ada diskusi, ada juga bimbingan, ada juga pertemuan di luar untuk membahas kegiatan-kegiatan ataupun lomba yang sedang diikuti,” ungkap Andi Sandi.
Hasil investigasi Satgas PPKS pun akhirnya membuktikan bahwa benar ada tindak kekerasan seksual yang dilakukan oleh EM.
Dengan begitu EM terbukti melanggar Pasal 3 ayat 2 Peraturan Rektor UGM Nomor 1 tentang PPKS. Dari laporan Satgas PPKS terhadap EM, pihak rektorat segera mengambil tindakan awal berupa skorsing serta pembebasan tugas pelaku EM dari beberapa jabatan di kampus, termasuk posisi dosen dan kepala lab.
Andi juga mengklaim ada keputusan dekan untuk membebastugaskan yang bersangkutan dari Tridharma Perguruan Tinggi. Lebih lanjut, Andi menjelaskan saat ini rektorat juga tengah dalam proses pemecatan EM sebagai ASN.
Pada pertengahan Maret 2025, keputusan Menteri Saintek Dikti mendelegasikan urusan pemberhentian tetap alias pemecatan EM langsung oleh rektor UGM yang akan dilakukan usai periode libur Lebaran.Sementara untuk status EM sebagai guru besar akan ditentukan oleh Kementerian Saintek Dikti.
“Yang utama adalah bagaimana perlindungan terhadap korban dan juga tindak lanjutnya untuk konseling dan juga pendampingan bagi teman-teman korban. Yang utama sebetulnya kami mencegah ke depan tidak terjadi lagi,” jelas Andi.*
Foto: Jenazah Alm Situr Wijaya, Jurnalis yang meninggal dunia di Jakarta, tiba di Kabupaten Sigi, Minggu 06/04. (ANTARA/HO-istimewa)
KORANBOGOR.com,JAKARTA-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu menunggu hasil otopsi yang dilakukan oleh pihak kepolisian terkait penyebab meninggalnya seorang jurnalis Palu Situr Wijaya di Jakarta pada Jumat (4/4).
Dua organisasi profesi tersebut akan melakukan pendampingan terhadap kasus Situr Wijaya yang meninggal mendadak di salah satu hotel yang ada di Jakarta.
“Dalam kesempatan ini juga kami perlu klarifikasi bahwa kami fokus mengupayakan pemulangan jenazah almarhum dikebumikan di kampung istrinya. Sampai saat ini pihak keluarga belum pernah menunjuk ataupun memberi kuasa kepada siapapun dalam penanganan perkara kematian almarhum,” kata Heru, anggota PWI Sulteng usai pemakaman almarhum di Desa Bangga, Kabupaten Sigi, Minggu.
Ia mengemukakan organisasi profesi wartawan masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
“Istri almarhum berpesan bahwa jika nanti kemudian hasil otopsi itu ternyata adalah penyebabnya medis, maka seluruh proses ini kami tutup. Tetapi jika ditemukan hal-hal yang melanggar hukum kami akan tindaklanjuti,” ujarnya.
Heru menjelaskan jenazah Situr Wijaya tiba di Desa Bangga, Kabupaten Sigi, pada Minggu (6/4) pagi. Sejumlah rekan sejawat, kerabat, dan keluarga, kemudian mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Dalam prosesi pemakaman hadir pula anggota DPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulteng Longki Djanggola.
“Insya Allah semua ini akan terungkap dengan jelas, kita lihat hasil otopsi, mudah-mudahan memang murni kematiannya karena penyakit. Tapi kalau misalnya ada hal-hal lain Insya Allah pasti akan terungkap. Khususnya buat istri dan anak-anaknya ya mohon sabar menerima kenyataan,” ucap Longki yang juga mantan Gubernur Sulteng.
Sebelumnya, keluarga wartawan media online yang tewas di Hotel D’Paragon berinisial SW, Jakarta Barat mencurigai kematian korban karena sebab kekerasan atau pembunuhan.
Pihak keluarga korban saat ini telah menunjuk kuasa hukum SW, yakni Rogate Oktoberius Halawa dan telah melaporkan adanya dugaan pembunuhan. Rogate Oktoberius menyatakan saat ini peristiwa itu telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
Rogate menyebut laporannya sudah diterima polisi dengan Laporan Polisi nomor LP/B/2261/IV/2025/SPKT/Polda Metro Jaya.
Rogate menjelaskan pihak keluarga curiga korban meninggal karena dibunuh. Hal ini lantaran melihat adanya kejanggalan dari luka-luka pada tubuh korban.
Berdasarkan kondisi korban yang diperlihatkan melalui foto-foto, di mana korban mengeluarkan darah dari hidung dan mulut. Selain itu ditemukan juga luka lebam di tubuh korban.
“Setelah melihat foto-foto korban, pihak keluarga korban curiga bahwa korban meninggal dunia karena dibunuh,” jelas Rogate.
“Karena dilihat dari foto kondisi korban mengeluarkan darah di hidung dan mulut, luka memar di wajah dan seluruh badan, serta ada sayatan di leher bagian belakang,” jelasnya.
“Sudah dilakukan autopsi di Rumah Sakit (RS) Polri. Tadi disampaikan hasilnya akan segera dirilis karena menjadi atensi,” ujarnya.
KORANBOGOR.com,BOGOR-Mulai 8 April 2025, Biskita Kota Bogor akan kembali beroperasi. Hal ini disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, seusai melakukan peninjauan kesiapan operasional Biskita.
“Setelah melalui proses yang cukup panjang, atas bantuan DPRD Kota Bogor serta pihak terkait lainnya, akhirnya kami bisa melakukan kontrak jasa untuk pelayanan Biskita Koridor I dan II Kota Bogor.
Rencananya, Biskita akan kembali beroperasi mulai Selasa, 8 April 2025,” kata Dedie Rachim. Dia juga menambahkan, bahwa saat ini belum bisa memenuhi operasional di empat koridor yang ada.
Hal ini dikarenakan keterbatasan dan efisiensi anggaran. Namun demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama pihak terkait tengah mengupayakan solusinya.
Untuk Koridor I dan II, rencananya akan ada 17 armada dan 2 armada cadangan yang telah dicek dan dipersiapkan dengan pemeliharaan yang baik. Tarif masih sama, yaitu Rp 4.000 atau sesuai tarif subsidi. Untuk metode pembayaran, kini ada tambahan opsi menggunakan QRIS.
Adapun jam operasional Biskita pada Koridor I dan II dimulai pukul 05.00 hingga pukul 21.00 WIB. Sementara itu, untuk Koridor V dan VI, dijelaskan Dedie Rachim, masih dalam proses kajian karena bersifat non-subsidi, yang memerlukan waktu lebih lama. Untuk penetapan tarif, dibutuhkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota.
Dinas Perhubungan bersama pihak terkait, khususnya para operator, bekerja sama dan berupaya mencarikan tarif yang paling masuk akal, memadai, dan terjangkau oleh masyarakat untuk operasional Biskita di Koridor V dan VI yang non-subsidi.
Karenanya, Dedie Rachim meminta masyarakat Kota Bogor untuk bersabar. “Pesan saya, walaupun non-subsidi, tarifnya harus tetap terjangkau. Tinggal nanti bagaimana efisiensi operasional, efektivitas penyelenggaraan Biskita di lapangan, dan tentunya harus tetap dibantu oleh Pemkot Bogor,” ujar Dedie Rachim.
Untuk kelanjutannya, Dedie Rachim menerangkan bahwa pihaknya telah mengajukan anggaran pada Perubahan APBD 2025 dan anggaran murni tahun 2026. “Inilah wujud nyata uang rakyat kembali ke rakyat,” tutur Dedie Rachim.